by

3 Atlet Esport Terkaya di Dunia

Di samping gaji bulanan, para atlet esport juga akan mendapat bonus yang banyaknya sesuai dengan performanya saat bertanding. Semakin sering dia memenangkan turnamen, maka bonus yang diterimanya juga akan semakin besar.

Hanya saja, bagaimana jika ada satu turnamen, tapi hadiahnya sangat besar? Katakanlah USD 30 juta. Dan kamu memenangkan itu dua kali berturut-turut.

Jawabannya sudah jelas, kamu akan menjadi atlet esport terkaya di dunia!

Cerita yang terdengar familier, bukan? Tentu orang yang sering memainkan game DOTA 2 sudah tahu tim mana yang dimaksud. Ya, tim tersebut adalah OG.

Setelah berakhirnya The International 9 (TI 9), tiga pemain dari OG langsung menduduki peringkat 3 besar atlet terkaya di dunia, menggeser atlet-atlet senior lainnya, seperti Sumail, Universe, Kuroky, dan lain-lain.

Pasalnya, OG ini telah memenangkan TI 8 dan TI 9. Secara beruntun. Selain mematahkan “kutukan” TI, mereka juga merupakan tim pertama yang memenangkan kompetisi tersebut sebanyak dua kali. Wah, keren sekali, ya.

Kalau begitu, kira-kira pemain tersebut seperti apa? Dan bagaimana sepak terjangnya di dunia esport?

Tidak usah berlama-lama, mari langsung saja kita simak ulasan berikut ini.

1. Johan “N0tail” Sundstein

Atlet Esport

Pemain yang pertama adalah Johan “N0tail” Sundstein. Dia berperan sebagai posisi 5 (hard support) sekaligus kapten.

Sebelum berkiprah di ajang kompetisi DOTA 2, rupanya N0tail ini terlebih dahulu bermain Heroes of Newerth (HON). Saat itu masih sekitar tahun 2009, jadi umurnya masih 15 tahun. Karena permainanya sangat menjanjikan, dia langsung direkrut oleh Fnatic bersama Henrik “FreshPro” Hansen dan Kalle “Trixi” Saarinen. Prestasi yang sempat dia dapatkan adalah DreamHack Winter 2011.

Kemudian, setelah memenangkan kompetisi tersebut, N0tail mulai tidak aktif di HON karena fokus di DOTA. Akhirnya, pada tahun 2012 dia memutuskan untuk pindah ke divisi DOTA 2, tapi masih berada di bawah bendera yang sama–Fnatic. Rekan setimnya di antaranya adalah Jascha “NoVa” Markuse, Tal “Fly” Aizik dan Adrian “Era” Kryeziu.

Pada tahun 2013 dia sempat bertanding di TI 3, tapi harus puas berada di posisi 8 besar. Lalu pada tahun 2014 dia pindah ke Team Secret, tapi performanya juga tidak maksimal. Saat itu posisinya adalah carry. Dan akhirnya, pada 2015 hingga sekarang, N0tail pindah ke OG.

Penghasilan: USD 6.889.591

2. Jesse “JerAx” Vainikka

Atlet Esport

Sama seperti N0tail, JerAx juga bermain HON sebelum DOTA 2.

Di tahun 2013, JerAx memulai karier DOTA 2-nya dengan bergabung dengan tim Rat in the dark senagai posisi 4 (roam support). Namun itu hanya sebentar, karena tidak lama sebelahnya dia bergabung dengan tim QPAD Red Pandas bersama SingSing.

Pada tahun 2014 JerAx menjadi bagian dari tim 4 Anchors bersama Trixi, MATUMBAMAN, Vaalix, dan Buugi. Sama seperti sebelumnya, dia juga bermain sebagai posisi 4.

Menginjak tahun 2015, JerAx bergabung dengan tim yang tak terkalahkan di Asia Tenggara, yaitu tim MVP HOT6ix. Meskipun sempat lolos TI 5, tapi hasilnya sangat tidak memuaskan karena menjadi tim pertama yang tereliminasi saat main event. Setelah TI 5 berakhir JerAx meninggalkan tim MVP HOT6ix.

Di tahun 2016 performa JerAx sangat stabil dan terus konsisten mendapatkan peringkat 2 pada Frankfurt Major dan Manila Major. Dan puncaknya dia menjuarai EPICENTER bersama Team Liquid. Namun, karena buruknya performa tim saat TI 6, akhirnya dia meninggalkan Team Liquid.

Lalu, setelah berpisah dengan Team Liquid, JerAx bergabung dengan OG hingga sekarang.

Penghasilan: USD 6.469.000

3. Anathan “ana” Pham

Atlet Esport

Ana memulai karier DOTA 2-nya di Invictus Gaming (iG). Di tahun yanh sama, 2016, dia memutuskan untuk hengkah dan pindah ke OG. Meskipun tergolong pemain muda, tapi kemampuannya tidak bisa diremehkan. Hal yang lucu dari pemain ini adalah dia sering vakum, tapi selalu aktif saat TI akan berlangsung. Dan langsung juara. Dua kali. Keren, ya.

Penghasilan: USD 5.999.411

Itulah 3 atlet esport terkaya di dunia. Apa ada yang ingin bisa seperti mereka?

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *